|
Keterampilan
|
Definisi
|
Tujuan
|
Modalita
|
Contoh
Aplikasi
|
|
Attending
(perhatian)
|
Ketrampilan/teknik
yang digunakan konselor untuk memusatkan perhatiannya kepada klien agar klien
merasa dihargai dan terbina suasana yang kondusif sehingga klien bebas
mengekspresikan / mengungkapkan tentang apa saja yang ada dalam pikiran,
perasaan ataupun tingkah lakunya ( Supriyo, 2005 :19 ). Keterampilan yang harus dimiliki oleh
konselor untuk memusatkan perhatiannya kepada klien.
|
·
Agar klien merasa dihargai
·
Nyaman
·
Tercipta suasana yang kondusif
dalam mengungkapkan pikiran
·
Menyakinkan klien untuk percaya
kepada konselor
|
·
Posisi duduk menghadap klien
·
Melihat klien ketika berbicara
·
Mendengarkan segala hal yang
disampaikan oleh klien.
|
·
Klien : (mengetuk pintu) “asalamualaikum bu”
·
Konselor : “wa’alaikum salam”
(mempersilahkan masuk denan ramah) “ iya silahkan masuk…..”
·
Klien : (masuk ruangan) “selamat
pagi bu”
·
Konselor : (dengan senyum yang
ramah) “selamat pagi juga"
|
|
Opening
(pembukaan)
|
Ketrampilan/teknik
untuk membuka / memulai komunikasi/ hubungan konseling. ( Supriyo, 2005 : 21 ).
Keterampilan
yang harus dimiliki oleh konselor untuk membuka ataupun memulai hubungan
dalam proses konseling.
|
Membina
rapport dan untuk memperoleh kepercayaan dari klien sehingga konseli dapat
dengan bebas dan terbuka dalam mengungkapkan masalahnya.
|
·
Mempersilahkan duduk
·
Membukakan pintu ruang konseling
·
Memberi atau menjawab salam.
|
·
Klien: (mengetuk
pintu)“Assalamu’alaikum bu.”.
·
Konselor: “Wa’alaikumsalam
(senyum), iya silahkan duduk”.
·
Klien: (duduk)
·
Konselor: “Ibu dengar kamu yang
kemaren juara lomba puisi ya?”
·
Klien: “Iya bu, saya suka banget
puisi”.
·
Konselor: “wahhh.. bagus sekali
hobi mu itu, perlu ditingkatkan”
·
Klien: “ iyaa ibu.. “
|
|
Acceptance
(penerimaan)
|
Penerimaan
adalah teknik yang digunakan konselor untuk menunjukan minat dan pemahaman
terhadap hal-hal yang dikemukakan klien ( Supriyo, 2005 : 23 ).
Keterampilan
yang harus dimiliki oleh konselor untuk menunjukkan minat atau suatu
ketertarikan dan pemahaman terhadap hal-hal yang dikemukakan oleh kliennya.
|
·
Agar klien dapat merasa tenang
·
Nyaman
·
Merasa dihargai selama proses
konseling itu berlangsung.
|
Verbal:
·
oh….ya
·
kemudian/lalu
·
ya….ya
·
saya memahami
·
saya dapat mengerti
·
saya dapat merasakan
Non-verbal:
·
anggukan kepala
·
memelihara kontak mata
·
posisi duduk condong ke depan
|
·
Klien: “Bu, saya merasa sakit
hati karena seminggu yang lalu saya habis putus dengan pacar saya.”
·
Konselor: “saya dapat memahami
perasaan anda”
·
Klien : “bagaimana tidak sakit
hati bu, dia mutusin saya gara-gara ada cewek lain “.
·
Konselor : “(mengangguk-anggukan
kepala sambil bersuara hem…hem)”.
|
|
Restatement
(pengulangan)
|
Keterampilan
yang digunakan oleh konselor untuk mengulang atau menyatakan kembali
pernyataan klien yang dianggap penting.
(
Supriyo, 2005 :19 ).
|
Menemukan
kembali inti dari masalah yang disampaikan oleh klien.
|
Pengulangan
kata melarang
|
·
Klien: “Bu, saya memiliki hobi
main basket dan saya berkeinginan untuk menjadi seorang atlet, tapi sayangnya
ayah melarang saya bu, ayah ingin saya jadi dokter”.
·
Konselor: “Ayah melarangmu…”
|
|
Paraprashing
(parafrase)
|
Keterampilan
konselor untuk menggunakan kata-kata dalam menyatakan kembali esensi dari
ucapan-ucapan klien.
|
Memberi
arahan jalannya wawancara konseling dan menyatakan kembali ungkapan klien.
|
·
Nampaknya anda…
·
Jadi anda berpikiran bahwa…
·
Menurut anda…
·
Anda mengatakan bahwa.....
|
·
Klien: “ ibu saya mengijinkan
saya kuliah tapi tidak boleh diluar kota tempat tinggal saya ”.
·
Konselor: “ jadi anda berfikiran
bahwa ibu anda takut berpisah dengan anda ?”.
|
|
Reflection
of feeling (pemantulan perasaan)
|
Teknik yang digunakan
konselor untuk memantulkan perasaan/sikap yang terkandung di balik pernyataan
klien ( Supriyo, 2005 :19 ). Teknik yang
digunakan konselor untuk memantulkan perasaan/sikap yang terkandung di balik
pernyataan klien ( Supriyo, 2005 :19 ). Teknik yang
digunakan konselor untuk memantulkan perasaan atau sikap yang terkandung
dibalik pernyataan klien, baik verbal maupun non verbal.
|
·
Klien merasa nyaman karena merasa
dimengerti dan dipahami perasaannya oleh konselor.
·
Memperjelas apa yang dirasakan
klien.
·
Mendorong klien agar lebihh
terbuka.
·
Agar klien lebih percaya diri
·
Menunjukkan bahwa konselor
benar-benar memahami klien.
|
·
Agaknya
·
Sepertinya
·
Tampaknya / kelihatannya
·
Rupa-rupanya
·
Kedengarannya
·
Nada-nadanya
|
·
Klien: “bu, saya sudah percaya
kepada teman saya tetapi kenapa kepercayaan itu dia pemainkan dengan
membeberkan masalah saya”.
·
Konselor: “Nampaknya Anda sangat
kecewa sekali atas perilaku teman anda”.
|
|
Structuring
(pembatasan)
|
Supriyo (2006:27) Teknik penginformasian dan
penyepakatan akan perlunya dan diikutinya batasan-batasan tertentu dalam
proses konseling agar dapat berjalan dengan prinsip-prinsip layanan
professional,
Lutfi
Fauzan (2008:35)Teknik yang digunakan konselor untuk memberikan batas-batas
atau pembatasan dalam proses konseling.
|
·
Dapat mengkomunikasikan kepada konseli tentang peran dan
tanggung jawab dirinya dan diri konseli dalam proses konseling serta
arah dari proses konseling yang akan dilaksanakan.
|
·
Menurut pemahaman saya tentang
konseling…,
·
untuk memperlancar proses
konseling…,
·
perlu diketahui bahwa…,
·
dalam masalah yang Anda kemukakan
tadi terdapat…
|
1.
Time limit (pembatasan waktu)
a.
Time limit dari klien
Ki:”bu, sebenarnya
saya sudahseminggu yang lalu menemui ibu, tetapi baru kali ini saya
dapatberjumpa dengan ibu. Dan hari ini saya dapat menghadap ibu dari jam 8.00
sampai jam 8.30. karena jam 8.30 nanti saya ada acara PPL di laboratorium.
K’or : “Kalau demikian,
marilah kita memanfaatkan waktu selama 30 menit ini dengan sebaiknya.”
b.
Time limit dari konselor
Ki :”saya sulit
sekali menyesuaikan diri dengan teman-teman di kampus ini, karena itulah say
kemari untuk membicarakannya dengan ibu’”
K’or :” bagus anda kemari
untu membehas masalah anda dengan saya, namun perlu anda ketahui bahwa jam
09.00 nanti saya diundang olehdekan menghadiri rapat dan kita hanya mempunyai
watu 45 menit. Oleh karena itu marilah kita gunakan watu ini sebaik-baiknya.
2.
Role Limit (pembatasan peran)
Ki:”akhir-akhir ini saya tidak
berkonsentrasi dalam belajar, karena itu saya menemui bapak untuk meminta
nasihat bagaimana belajar yang baik.
K’or :”Anda meminta nasihat dari saya?
Perlu anda ketahui bahwa saya tidak dapat memberikan nasihat sebagaimana yang
anda minta, tetapi marilah bicarakan bersama masalah anda itu kemudian kita
cari jalan keluarnya.”
3.
Problem Limit (pembatasan masalah)
Ki :” Pak saya sering
sulit berkonsentrasi saat belajar sehingga pada saat ujian berlangsungsaya
tidak dapt mengerjakannya dengan baik
maka dari itu nilai saya jele. Disamping itu dikelas saya juga sulit bergaul
dengan lawan jenis dan satu hal lagi pak, bagaimana ya caranya agar saya
dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru ?”
K’or:”dalam hal ini
setidaknya ada tiga masalah yang anda ungkapkan tadi, yaitu masalah sulit
berkonsentrasi, masalah bergaul dengan lawan jenis, dan maslah penyesuaian
diri. Nah, dari ketiga masalah tersebut mana yang mendesa untuk kita
bicarakan terlebih dahulu?”
4.
Action Limit (pembatasan tindakan)
Ki:”(datang dengan marah-marah dan
wajah memerah sambil menyobek-nyobek kertas))”
K’or:”
Tenang-tenang…, anda boleh mengutarakan apa saja disini, tetapi satu hal yang
tidak boleh anda lakukan disini adalah mengotori ruangan ini.”
|
|
Leading
(pengarahan)
|
Teknik/keterampilan yang digunakan konselor untuk
mengarahakan pembicaraanklien dari satu hal ke hal yang lain secara langsung,
Supriyo (2006:29)
Ungkapan
verbal konselor yang secara khusus berniat mengarahkan perhatian dan
pembicaraan konsel pada alur pembicaraan yang dikehendali menurut proses dan
isi bahasankonseling. Lutfi
(2008:40)
Teknik
/ keterampilan yang digunakan konselor untuk mengarahkan pembicaraan klien
dari satu hal ke hal yang lain secara langsung. Keterampilan ini juga disebut
dengan keterampilan bertanya.
|
·
Mendorong klien untuk merespon
pembicaraan terutama pada awal-awal pertemuan.
·
Memulai percakapan, memperdalam
penekanan poin penting, mengecek persepsi, dan memperjelas informasi yang
diberikan oleh konseli
·
Menggali lebih dalam untuk isu
atau jawaban yang diberikan oleh konseli.
|
· Coba
ceritakan..
· Kalau
saya boleh tau…
· Bisakah
anda menceritakan…
· Coba
kemukakan..
· Coba
ungkapkan…
· Coba
jelaskan kepada saya…
· Menurut
Anda…
· Bagaimana
kejadiannya..
· Apa
yang terjadi..
· Mengapa
bisa terjadi..
· Kapan
kejadiannya.
· Dimana
terjadinya..
|
Lead Umum
·
Konseli: “bu, teman saya marah
kepada saya bu”
·
Konselor: “marah
bagaimana? Coba ceritakan kepada ibu bagaimana kejadiannya?”
Lead Khusus
·
Konseli: “Bu, saya kesal dengan teman
saya bu, karena dia selalu mencontek tugas yang saya buat bu”
·
Konselor: “ tugas apa saja yang
dicontek ?”
|
|
Silence
(diam)
|
Suasana hening, tidak ada verbal antara konselor
dank lien dalam proses konseling.
Supriyo(2006: 31)
Suasana
hening, tidak ada interaksi verbal antara konselor dan klien, dalam proses
konseling.
|
·
Memberikan kesempatan kepada
klien untuk istirahat atau mereorganisasi pikiran dan perasaannya atau
mereorganisasi kalimat yang akan dikemukakan selanjutnya.
·
Mendorong klien atau memotivasi
klien mencapai tujuan konseling.
·
Untuk merefleksikan apa yang
konseli katakan.
·
Memberikan waktu pada konselor
untuk mempersiapkan respon selanjutnya.
|
·
Konselor diam
·
Non verbal : kontak mata tetap
menunjukkan perhatian atau fokus pada konseli, badan konselor condong
kedepan.
|
Silence dari Konselor
· Klien :”Bu, selama ini saya selalu
bertanya-tanya pada diri saya sendiri sebetulnya siapa yang bertanggungjawab
atas perceraian kedua orang tua saya?”
· Konselor :”………… (diam untuk memberikan kesempatan
kepada klien istirahat sejenak setelah menumahkan perasaan-perasaannya
berkaitan dengan pertanyaan mengenai perceraian orang tuanya)”
Istirahat
Kebiasaan konseli dalam berbicara cepat,
terburu-buru, kemudian berhenti karena kelelahan. Respon konselor dengan
keheningan beberapa detik saja.
·
Konseli :
“bu, kemaren waktu pendaftaran mahasiswa baru, saya dan teman-teman
berkeliling mengunjungi beberapa universitas yang ada di semarang ini seperti
UNNES, UNDIP, IKIP, dan POLTEKES. Saya merasa senang bisa mengetahui bermacam
– macam universitas di semarang, maklum saya kan orang desa jadi bahagia
rasanya bisa tahu univrsitas yang ada di semarang.
·
Konselor : “Hem..hem.. ya, ya”.
·
Konseli : … (diam)
·
Konselor : … (diam, keheningan 3 – 5 detik) Banyak
keterangan yang anda ungkapkan dan itu sungguh menyenangkan saya sebab sangat
memungkinkan terbuka wawasan saya nantinya”. (teknik reflection of feeling).
Silence dari Konseli.
· Klien
: ”saya selalu mengingatkan adek saya untuk tidak bebuat nakal lagi di
sekolah sebab sudah beberapa kali terjadi pasti ayah selalu dipanggil untuk
datang ke sekolah. Kalau ingat itu semua, saya sedih sekali ……… (klien diam)”
· Konselor
: “…… (diam beberapa saat untuk memberikan kesempatan kepada klien untuk
mengalami perasaan-perasaannya secara mendalam)”
|
|
Reassurance
(penguatan atau dukungan)
|
Dalam Lutfi hasan
(2008), reassurance adalah pemberian kata jaminan/ganjaran oleh konselor
kapanpun konseli menunjukkan kemajuan yang berarti baik sekedar perencanaan
kognitif maupun kemajuan nyata dalam perubahan perilaku. Dalam supriyo (2006),
reassurance adalah keterampilan/teknik yang digunakan oleh konselor untuk
memberikan dukungan/ penguatan terhadap pernyataan positif klien agar ia
menjadi lebih yakin dan percaya diri.
|
·
Agar
konseli mampu mengantisipasi secara lebih baik
·
Konsekuensi
terhadap perbuatan dan perubahan pikiran, perasaan dan perilakunya
·
Dari
teknik ini yang digunakan konselor seminim-minimnya agar klien memahami
dampak bagi dirinya atas apa yang terjadi
|
Approval (awalan)
·
“Bagus”
·
“Baik”
·
“Wow”
·
“Istimewa”
·
“Amazing”
Prediction Reassurance
(pemberikan penguatan atas rencana positif yang diungkapkan konseli)
·
“Jika....
maka...”
·
“Apabila....
sehingga...”
·
“Kalau....atas....
·
“Andaikata....”
·
“Itu
merupakan rencana yang bagus”
·
“Saya
yakin anda pasti sukses dengan rencana tersebut”
·
“Anda
pasti bisa”
·
“Anda
pasti bisa melakukannya”
·
“Apabila...
tidak menutup kemungkinan...”
Postdiction Reassurance
(pemberikan penguatan atas keberhasilan konseli)
·
“Tuh kan,
buktinya anda bisa”
·
“Anda
pasti bisa melakukannya lagi”
·
“Coba
anda lakukan sekali lagi”
·
“Setelah...
hasilnya”
·
“Atas
upaya kamu....nyatanya”
·
“Atas
usahamu... akhirnya...”
Factual Reassurance
(pemberikan penguatan atas
apa yang sedang dialami oleh konseli)
·
“Saya
dapat memahami perasaan anda”
·
“Kuatkan
diri anda”
·
“Tabah
lah, anda pasti bisa melewati ini”
·
“Sudah
barang
|
Approval
·
Klien
:”Bu, saya mendapat peringkat pertama dikelas..”
·
Konselor
:”Istimewa.....”
Prediction
Reassurance
·
Klien :
“bu. Akhir-akhir ini ibu saya merasa kecewa dengan saya sebab saya malas
untuk membantu menata rumah maupun dimintai bantuan, tetapi mulai sekarang
saya akan berusaha tambah rajin dalam hal menata rumah tanpa disuruh terlebih
dahulu”
·
Konselor: “Wahh..
itu bagus sekali, jika anda mulai sekarang rajin dalam hal menata dan
membantu orang tuas walaupun tidak disuruh tidak mustahil ibu anda akan
merasa bangga kepada anda”.
Postdiction
Reassurance
·
Klien :”
saya mencoba menemui teman saya untuk membicarakan masalah yang sedang
kita.teman saya juga mau membicarakannya. Tapi sekarang saya tidak yakin bisa
bertanya lagi atau tidak, saya takut bu”
·
Konselor
:”wah, itu baik sekali. Anda telah berupaya untuk membicarakan kepada teman
anda. Coba anda lakukan sekali lagi, buktinya yang lalu anda berhasil”
Factual Reassurance
·
Klien:”bu
saya bingung , saya harus bagaimana setelah lulus ini. Saya ingin jadi guru
tetapi orang tua saya menginginkan saya jadi dokter, padahal ingin kuliah di
UNNES, saya tidak ingin mengecewakan orang tua saya. Saya bingung bu harus
bagaimana”
·
Konselor:”
saya mengerti perasaan anda, hal tersebut memang sulit, tapi saya percaya
anda pasti bisa melewati ini dan mampu membuat keputusan yang terbaik atas
kondisi yang ada saat ini.”
|
|
Rejection
(penolakan)
|
Rejection adalah
keterampilan atau teknik yang digunakan konselor untuk melarang klien
melakukan rencana yang akan membahayakan atau merugikan dirinya atau orang
lain.
|
·
Agar klien tidak melakukan
rencana yang membahayakan dan merugikan diri sendiri dan orang lain.
·
Agar klien memikirkan kembali
rencanya yang sudah diputuskan
·
Agar klien tidak cepat mengambil
keputusan yang salah serta membahayakan.
·
Membuka wawasan konseli atas
beberapa alternatif tindakan yang lebih menguntungkan.
·
Mendorong konseli menempuh
tindakan lain sebagai pengganti tindakannya yang merugikan.
|
· ”Coba pikirkan lagi”
· ”Jangan…. jangan Anda berbuat
seperti it
· ”Saya tidak setuju dengan rencana Anda”
|
·
Konseli : “Bu saya sangat benci
dengan tetangga saya, sebab di sudah membuat kucing kesayangan saya lepas dan
lari keluar rumah dan sampai sekarang
belum juga kembali-kembali, saya sangat benci saya tidak akan memaafkannya
meskipun dia tetangga sebelah rumah saya”.
·
Konselor : “ Jangan.. jangan kamu berbuat hal itu,
karena biar bagaimanapun dia adalah tetangga mu”.
|
|
Advice
(saran atau nasehat)
|
Advice
adalah keterampilan / teknik yang digunakan konselor untuk memberikan nasehat
atau saran bagi klien agar dia dapat lebih jelas, pasti mengenai apa yang
akan dikerjakan.
|
· Agar
klien lebih jelas dan lebih pasti mengenai apa yang akan dikerjakan. (advice
persuasif).
· Agar
klien mengetahui fakta mengenai informasi yang sama sekali belum klien
ketahui (advice langsung)
· Agar
klien mangetahui kelebihan dan kekurangan setiap alternatif pilihan (advice
alternatif).
|
Advice
Langsung
·
“Sebaiknya anda...”
·
“Seyogyanya...”
·
“Semestinya…”
Advice
Persuasif
·
“Berdasarkan yang anda
ceritakan…maka.....”
·
“Berdasarkan alasan Anda… maka…”
·
“Sesuai pernyataan anda… maka…”
Advice Alternative
·
“Mari kita bicarakan bersama…”
·
“Mari kita diskusikan bersama…”
|
Advice
Langsung
·
Konseli : “Bu saya ingin sekali
mendapatkan beasiswa bidikmisi, tetapi saya belum tahu bagaimana caranya?”
·
Konselor: “ Informasi tentang
beasiswa bidikmisi dapat dilihat pada laman bidikmisi.ac.id”.
Advice
Persuasif
·
Konseli : “Bu saya merasa pada
bulan ini saya banyak, padahal saya membeli untuk kebutuhan tidak lebih tetapi
kenapa cepat habis yaaa.. padahal saya membutuhkan uang untuk membeli buku
paket. Saya ingin bisa menabung mulai dari sekarang kalau besok membeli buku
tidak terlalu membebani orang tua saya”.
·
Konselor : “Jadi berdasarkan apa
yang kamu ceritakan tadi yaitu bahwa kamu ingin mulai bisa menabung dari
sekarang agar kamu dapat meringankan beban orang tua kamu saat membeli buku
pelajaran. Itu adalah sebuah rencana yang sangat baik sekali, jadi segera
laksanankan rencana itu”.
Advice
Alternatif
·
Konseli : “Bu saya bingung karena
saya ingin masuk jurusan IPS karena terdapat geografi yang merupakan
pelajaran kesukaan saya. Sedangkan orang tua saya ingin saya masuk jurusan
IPA, karena menurut orang tua saya, IPA itu
lebih baik”.
·
Konselor : “Baik mari kita dikusikan bersama apa
kelebihan dan kelemahan dari masing-masing jurusan yang ada di sekolah ini,
sehingga nanti dapat ditentukan pilihan mana yang paling menguntungkan untuk
kamu”.
|
|
Confrontation
(pertentangan)
|
Teknik yang digunakan
konselor untuk menunjukan adanya kesenjangan, diskripansi, atau inkrouengsi
dalam diri kilen, dan kemudian konselor, mengumpanbalikan kepada klien.
Supriyo (2006:40)
Konfrontasi adalah
respon verbal konselor untuk mendeskripsikan kesenjangan – kesenjangan,
konflik-konflik, pesan-pesan
bersilangan atau rancu dalam pemikiran, perasaan, perilaku. Lutfi
Fauzan (2008:56)
|
·
Menyadarkan klien akan adanya
kesenjangan-kesenjangan, perbedaan-perbedaan dalam pemikiran dan tingkah
lakunya
·
Agar
calon konselor mempunyai daya kritis terhadap factor diskrepansi atau
inkonsistensi dari diri klien
·
Agar
calon konselor mampu membuat kalimat-kalimat konfrontasi yang baik
·
untuk
membuat orang agar meng-ubah pertahanan yang telah di-bangun & untuk
meningkatkan komunikasi terus terang
|
·
Kata-kata
pem-buka
·
Tadi Anda mengatakan bahwa...sementara....
·
Tadi Anda
berkata bahwa.....tetapi....
·
Semula Anda
berkata bahwa......, belakangan.....
·
Awalnya Anda
mengatakan......., terakhir.....
|
Antara pernyataan dan
tingkahlaku non verbal:
·
Konseli : “Bagaimana keadaan anda sekarang?”
·
Konselor :“Baik… baik sekali bu”(dengan nafas
panjang pembicaraan yang lambat, sikap badan telungkup)
·
Konselor :”Anda mengatakan bagus, tetapi suara Anda
kedengarannya menurun.”
Antara apa
yang diinginkan dan apa yang dilakukan:
·
Konselor : “Bagaimana
keadaan Anda sekarang?”
·
Konseli : “Baik bu. (sambil
menunduk)”
·
Konselor : “Anda sudah bisa
menerima keputusan orang tua anda
untuk tidak maen game terus?”
·
Konseli : “Sudah, bu (sambil
menangis)”
·
Konselor : “Anda mengatakan sudah bisa menerima
keputusan tersebut, namun mengapa Anda menangis?”
Antara
dua pernyataan:
·
Konselor : “Apakah orang tua anda selalu memperhatikan pola belajar
anda?’
·
Konseli : “Selalu, bu. Kalau saya belum belajar saya disuruh belajar
selain itu setelah pulang sekolah saya juga di tanya ada tugas tidak dan
sebagainaya.”
·
Konselor : “orang tua anda selalu memperhatikan anda, namun mengapa anda
malas untuk meresponnya?
Antara
dua tingkah laku non verbal:
·
Konselor : “Apakah anda baik-baik saja setelah kejadian kecelakaan kemaren
?”
·
Konseli: “Iya saya merasa
baik-baik saja, bu. (tersenyum dan terus gemetar dan meremas-remas tangan)”
·
Konselor : “Anda mengatakan merasa baik-baik saja, namun sikap anda
menunjukkan bahwa anda sedang merasa ketakutan”
|
|
Clarification
|
Keterampilan
konselor untuk mengungkapkan kembali isi pernyataan klien dengan menggunakan
kata-kata baru dan segar.
|
·
Konseli
memperoleh balikan kalau konselor memahami konseli secara penuh.
·
Memperjelas
sisi pesan konseli dengan persepsi konselor.
·
Konseli
terbantu mendiskriminasikan perbuatan/situasi yang dihadapi konseli
·
Konselor
mengarahkan pembicaraan lebih lanjut kearah uraian situasi ataupun perbuatan
yang lebih luas dan dalam dari pernyataan konseli.
|
·
Dengan kata lain
·
Pada dasarnya
·
Pada pokoknya
·
Pada intinya
·
Singkat kata
Dari
keterangan saudara
|
·
Klien :“saya pernah meminjamkan
uang kepada Rudi, tetapi ia tidak
pernah mengembalikannya lagi kepada saya sampai sekarang. Dan pada minggu
kemaren Anton kakaknya. Rudi, mau meminjam uang pada saya. Saya tidak
memberinya bu. Dia kan kakak Rudi, sudah tentu dia juga tidak akan
menegmbalikan uang yang dipinjamnya itu pada saya”
·
Konselor : “ Dengan kata lain,
anda menyamakan
Anton dengan Rudi”
|
|
Interpretasi
(penafsiran)
|
Keterampilan/teknik yang digunakan oleh
konselor dimana berarti atau karena tingkah laku klien ditafsirkan/diduga dan
dimengerti dengan dikomunikasikan pada klien. Selain itu dalam interpretasi
konselor menggali arti dan makna yang terdapat dibelakang kata-kata klien
atau dibelakang perbuatan/tindakan yang telah diceritakannya.
|
· Membantu
klien lebih memahami diri sendiri bila mana klien bersedia
mempertimbangkannya dengan pikiran terbuka.
· Mengembangkan hubungan yang baik
melalui pengkomunikasian yang baik dan menyenangkan konseli.
· Mengenali hubungan sebab akibat
antara pesan dan perilaku eksplisit dan implicit
· Membantu konseli mengkai tingkah
laku dari sudut konselor.
· Memotivasi agar konseli mengubah
pikiran atau perilaku yang tidak efektif.
|
·
Anda mengatakan tadi bahwa…
·
Dari keterangan saudara..
·
Dari uraian barusan..
·
Dari keterangan saudara…
·
Sepertinya anda…
·
Mencakup semua…
·
Dilihat dari prilaku dan…
·
Perkataan anda, sepertinya..
|
Pengecekan Informasi
·
Konseli
:” Bu, saya bingung, dengan keadaan saya, saya sekarang sudah masuk jurusan
Ekonomi tetapi ibu saya belum mengetahui akan hal itu, saya bingng bu untuk
mengatakan pada ibu saya”
·
Konselor
: “ Dari keterangan barusan, apakah anda mengatakan kalau anda itu belum bisa
mengatakan sebenarnya kepada ibu anda ?”
· Interpetasi Tunggal
·
Konseli
: “Bu, saya bingung, setiap saya berusaha meluangkan waktu saya untuk
mengerjakan tugas kampus akan tetapi selalu saja ada yang sms atau pun telpon
kalau ada rapat maupun acara mendadak berkaitan dengan organisasi yang saya
ikuti, maka dari itu banyak tugas yang terbengkalai”.
·
Konselor : “ Dari uaraian barusan, anda
bermaksud mengatakan, kalau anda itu bermasalah dengan manajemen waktu”.
Intrepetasi ganda
·
Konseli
:” Bu, saya bingung, setiap saya berusaha meluangkan waktu untuk mengerjakan
tugas ada saja teman yang mengajak untuk pergi jalan, saya tak kuasa untuk
menolaknya karena tidak enak jadinya tugas saya jadi kurang maksimal”.
·
Konselor
:” Dari keterangan saudara, anda mengatakan bahwa anda kurang bisa
memenejemen waktu karna diri anda sendiri juga karena teman anda”.
|
|
Summary (ringkasan atau kesimpulan)
|
Keterampilan
konselor untuk menyimpulkan atau meringkas mengenai apa yang telah
dikemukakan klien pada proses komunikasi konseling. Atau proses memadukan
beberapa ide dan perasaan dalam satu pernyataan pada akhir suatu proses
wawancara konseling.
|
·
Membantu klien dan konselor dalam
menggabung bagian-bagian yang telah dibicarakan
·
mengklarifikasi dan memfokuskan
sejumlah ide yang bertebaran
·
membantu klien menyadari kemajuan
yang telah dicapainya
·
membantu mengakhiri proses
wawancara konseling
·
memberi keyakinan kepada klien
bahwa konselor meresapi pesan klien.
|
Summary Bagian
·
untuk sementara ini…
·
sampai saat ini…
·
sejauh ini…
·
selama ini…
Summary
akhir/keseluruhan
·
sebagai kesimpulan akhir…
·
sebagai puncak pembiraan kita…
·
sebagai penutup pembicaraan kita…
·
dari awal hingga akhir
pembicaraan kita…
|
Summary Bagian
·
Konselor: “Sejauh ini dari
pembicaraan yang telah kita lakukan dapat diambil kesimpulan bahwa kita telah
membahas masalah mengenai masalah anda dengan pacar anda. Jadi sekarang
marilah kita cari cara-cara yang dapat membantu anda untuk mengatasi masalah
tersebut”.
Summary Akhir
·
Konselor: “Dari awal hingga akhir
pembicaraan kita, Anda berbicara mengenai masalah teman anda yang mengganggu
konsentrasi belajar anda. Oleh sebab itu, mulai besok Anda dapat belajar
dengan menggunakan beberapa model belajar yang tadi telah kita bicarakan”.
|
|
Termination
(pengakhiran)
|
Keterampilan
konselor untuk mengakhiri komunikasi konseling, baik untuk dilanjutkan pada
pertemuan selanjutnya maupun mengakhiri karena komunikasi konseling
benar-benar berakhir.
|
·
Memiliki
peta kognitif perjalanan konseling, yaitu apa dan bagaimana tahap-tahap yang
telah dilalui dan apa yang merupakan tahap konseling mendatang
·
mencapai
pemahaman antara konselor dan konseli mengenai apa yang telah berhasil
dicapai bersama dalam konseling
·
mengkomunikasikan
keperluan penyesuaian konseli terhadap pengambilan tanggungjawabnya seusai
proses konseling
·
memelihara
persepsi yang pantas pada konseli tentang penerimaan dan pemahaman konselor.
|
· Baik,
waktu telah menunjukkan… sesuai dengan kesepakatan…
· tidak terasa sudah…menit, sesuai dengan apa
yang sudah kita sepakati…
Non verbal
·
melihat jam,
·
melihat kondisi klien,
·
menata buku.
|
Time limit
·
Konselor : “Baik, sekarang waktu
telah menunjukkan pukul 10.00, sesuai dengan kesepakatan diawal pertemuan
tadi bahwa pertemuan ini hanya sampai pukul 10.00, maka marilah kita akhiri
pertemuan ini dan dapat kita lanjutkan minggu depan”.
Respon verbal
disertai respon nonverbal dengan teknik summary akhir
·
Konselor: “Dari awal hingga akhir
pembicaraan kita, anda berbicara mengenai masalah teman anda yang membuat
anda tidak berkonsentrasi dalam belajar. Oleh sebab itu, mulai besok anda
dapat belajar dengan menggunakan beberapa model belajar yang tadi telah kita
bicarakan”. (menata meja)
|