semangat :)

Senin, 29 Desember 2014

kumpulah peta kognitif Ketrampilan Dasar Konseling

PETA KOGNITIF
KETERAMPILAN DASAR KONSELING
Keterampilan
Definisi
Tujuan
Modalita
Contoh Aplikasi
Attending (perhatian)
Ketrampilan/teknik yang digunakan konselor untuk memusatkan perhatiannya kepada klien agar klien merasa dihargai dan terbina suasana yang kondusif sehingga klien bebas mengekspresikan / mengungkapkan tentang apa saja yang ada dalam pikiran, perasaan ataupun tingkah lakunya ( Supriyo, 2005 :19 ).    Keterampilan yang harus dimiliki oleh konselor untuk memusatkan perhatiannya kepada klien.

·        Agar klien merasa dihargai
·        Nyaman
·        Tercipta suasana yang kondusif dalam mengungkapkan pikiran
·        Menyakinkan klien untuk percaya kepada konselor
·        Posisi duduk menghadap klien
·        Melihat klien ketika berbicara
·        Mendengarkan segala hal yang disampaikan oleh klien.
·        Klien : (mengetuk pintu)   “asalamualaikum bu”
·        Konselor : “wa’alaikum salam” (mempersilahkan masuk denan ramah) “ iya silahkan masuk…..”
·        Klien : (masuk ruangan) “selamat pagi bu”
·        Konselor : (dengan senyum yang ramah) “selamat pagi juga"
Opening (pembukaan)
Ketrampilan/teknik untuk membuka / memulai komunikasi/ hubungan konseling.                          ( Supriyo, 2005 : 21 ).
Keterampilan yang harus dimiliki oleh konselor untuk membuka ataupun memulai hubungan dalam proses konseling.
Membina rapport dan untuk memperoleh kepercayaan dari klien sehingga konseli dapat dengan bebas dan terbuka dalam mengungkapkan masalahnya.
·        Mempersilahkan duduk
·        Membukakan pintu ruang konseling
·        Memberi atau menjawab salam.
·        Klien: (mengetuk pintu)“Assalamu’alaikum bu.”.
·        Konselor: “Wa’alaikumsalam (senyum), iya silahkan duduk”.
·        Klien: (duduk)
·        Konselor: “Ibu dengar kamu yang kemaren juara lomba puisi ya?”
·        Klien: “Iya bu, saya suka banget puisi”.
·        Konselor: “wahhh.. bagus sekali hobi mu itu, perlu ditingkatkan”
·        Klien: “ iyaa ibu.. “
Acceptance (penerimaan)
Penerimaan adalah teknik yang digunakan konselor untuk menunjukan minat dan pemahaman terhadap hal-hal yang dikemukakan klien ( Supriyo, 2005 : 23 ).
Keterampilan yang harus dimiliki oleh konselor untuk menunjukkan minat atau suatu ketertarikan dan pemahaman terhadap hal-hal yang dikemukakan oleh kliennya.
·        Agar klien dapat merasa tenang
·        Nyaman
·        Merasa dihargai selama proses konseling itu berlangsung.
Verbal:
·        oh….ya
·        kemudian/lalu
·        ya….ya
·        saya memahami
·        saya dapat mengerti
·        saya dapat merasakan
Non-verbal:
·        anggukan kepala
·        memelihara kontak mata
·        posisi duduk condong ke depan
·        Klien: “Bu, saya merasa sakit hati karena seminggu yang lalu saya habis putus dengan pacar saya.”
·        Konselor: “saya dapat memahami perasaan anda”
·        Klien : “bagaimana tidak sakit hati bu, dia mutusin saya gara-gara ada cewek lain “.
·        Konselor : “(mengangguk-anggukan kepala sambil bersuara hem…hem)”.
Restatement (pengulangan)
Keterampilan yang digunakan oleh konselor untuk mengulang atau menyatakan kembali pernyataan klien yang dianggap penting.
( Supriyo, 2005 :19 ).   
Menemukan kembali inti dari masalah yang disampaikan oleh klien.
Pengulangan kata melarang
·        Klien: “Bu, saya memiliki hobi main basket dan saya berkeinginan untuk menjadi seorang atlet, tapi sayangnya ayah melarang saya bu, ayah ingin saya jadi dokter”.
·        Konselor: “Ayah melarangmu…”
Paraprashing (parafrase)
Keterampilan konselor untuk menggunakan kata-kata dalam menyatakan kembali esensi dari ucapan-ucapan klien.
Memberi arahan jalannya wawancara konseling dan menyatakan kembali ungkapan klien.
·        Nampaknya anda…
·        Jadi anda berpikiran bahwa…
·         Menurut anda…
·        Anda mengatakan bahwa.....
·        Klien: “ ibu saya mengijinkan saya kuliah tapi tidak boleh diluar kota tempat tinggal saya ”.
·        Konselor: “ jadi anda berfikiran bahwa ibu anda takut berpisah dengan anda ?”.
Reflection of feeling (pemantulan perasaan)
Teknik yang digunakan konselor untuk memantulkan perasaan/sikap yang terkandung di balik pernyataan klien                ( Supriyo, 2005 :19 ). Teknik yang digunakan konselor untuk memantulkan perasaan/sikap yang terkandung di balik pernyataan klien                ( Supriyo, 2005 :19 ). Teknik yang digunakan konselor untuk memantulkan perasaan atau sikap yang terkandung dibalik pernyataan klien, baik verbal maupun  non  verbal.
·        Klien merasa nyaman karena merasa dimengerti dan dipahami perasaannya oleh konselor.
·        Memperjelas apa yang dirasakan klien.
·        Mendorong klien agar lebihh terbuka.
·        Agar klien lebih percaya diri
·        Menunjukkan bahwa konselor benar-benar memahami klien.
·        Agaknya
·        Sepertinya
·        Tampaknya / kelihatannya
·        Rupa-rupanya
·        Kedengarannya
·        Nada-nadanya
·        Klien: “bu, saya sudah percaya kepada teman saya tetapi kenapa kepercayaan itu dia pemainkan dengan membeberkan masalah saya”.
·        Konselor: “Nampaknya Anda sangat kecewa sekali atas perilaku teman anda”.
Structuring (pembatasan)
Supriyo (2006:27) Teknik penginformasian dan penyepakatan akan perlunya dan diikutinya batasan-batasan tertentu dalam proses konseling agar dapat berjalan dengan prinsip-prinsip layanan professional,
Lutfi Fauzan (2008:35)Teknik yang digunakan konselor untuk memberikan batas-batas atau pembatasan dalam proses konseling.
·        Dapat mengkomunikasikan kepada konseli tentang peran dan tanggung jawab dirinya dan diri konseli dalam proses konseling serta arah dari proses konseling yang akan dilaksanakan.

·        Menurut pemahaman saya tentang konseling…,
·        untuk memperlancar proses konseling…,
·        perlu diketahui bahwa…,
·        dalam masalah yang Anda kemukakan tadi terdapat…
1.  Time limit (pembatasan waktu)
a.      Time limit dari klien
Ki:”bu, sebenarnya saya sudahseminggu yang lalu menemui ibu, tetapi baru kali ini saya dapatberjumpa dengan ibu. Dan hari ini saya dapat menghadap ibu dari jam 8.00 sampai jam 8.30. karena jam 8.30 nanti saya ada acara PPL di laboratorium.
K’or : “Kalau demikian, marilah kita memanfaatkan waktu selama 30 menit ini dengan sebaiknya.”
b.     Time limit dari konselor
Ki :”saya sulit sekali menyesuaikan diri dengan teman-teman di kampus ini, karena itulah say kemari untuk membicarakannya dengan ibu’”
K’or :” bagus anda kemari untu membehas masalah anda dengan saya, namun perlu anda ketahui bahwa jam 09.00 nanti saya diundang olehdekan menghadiri rapat dan kita hanya mempunyai watu 45 menit. Oleh karena itu marilah kita gunakan watu ini sebaik-baiknya.
2.  Role Limit (pembatasan peran)
Ki:”akhir-akhir ini saya tidak berkonsentrasi dalam belajar, karena itu saya menemui bapak untuk meminta nasihat bagaimana belajar yang baik.
K’or :”Anda meminta nasihat dari saya? Perlu anda ketahui bahwa saya tidak dapat memberikan nasihat sebagaimana yang anda minta, tetapi marilah bicarakan bersama masalah anda itu kemudian kita cari jalan keluarnya.”
3.  Problem Limit (pembatasan masalah)
Ki :” Pak saya sering sulit berkonsentrasi saat belajar sehingga pada saat ujian berlangsungsaya tidak dapt mengerjakannya  dengan baik maka dari itu nilai saya jele. Disamping itu dikelas saya juga sulit bergaul dengan lawan jenis dan satu hal lagi pak, bagaimana ya caranya agar saya dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru ?”
K’or:”dalam hal ini setidaknya ada tiga masalah yang anda ungkapkan tadi, yaitu masalah sulit berkonsentrasi, masalah bergaul dengan lawan jenis, dan maslah penyesuaian diri. Nah, dari ketiga masalah tersebut mana yang mendesa untuk kita bicarakan terlebih dahulu?”
4.  Action Limit (pembatasan tindakan)
Ki:”(datang dengan marah-marah dan wajah memerah sambil menyobek-nyobek kertas))”
K’or:” Tenang-tenang…, anda boleh mengutarakan apa saja disini, tetapi satu hal yang tidak boleh anda lakukan disini adalah mengotori ruangan ini.”
Leading (pengarahan)
Teknik/keterampilan yang digunakan konselor untuk mengarahakan pembicaraanklien dari satu hal ke hal yang lain secara langsung, Supriyo (2006:29)
Ungkapan verbal konselor yang secara khusus berniat mengarahkan perhatian dan pembicaraan konsel pada alur pembicaraan yang dikehendali menurut proses dan isi bahasankonseling.      Lutfi (2008:40)
Teknik / keterampilan yang digunakan konselor untuk mengarahkan pembicaraan klien dari satu hal ke hal yang lain secara langsung. Keterampilan ini juga disebut dengan keterampilan bertanya.



·        Mendorong klien untuk merespon pembicaraan terutama pada awal-awal pertemuan.
·        Memulai percakapan, memperdalam penekanan poin penting, mengecek persepsi, dan memperjelas informasi yang diberikan oleh konseli
·        Menggali lebih dalam untuk isu atau jawaban yang diberikan oleh konseli.
·       Coba ceritakan..
·       Kalau saya boleh tau…
·       Bisakah anda menceritakan…
·       Coba kemukakan..
·       Coba ungkapkan…
·       Coba jelaskan kepada saya…
·       Menurut Anda…
·       Bagaimana kejadiannya..
·       Apa yang terjadi..
·       Mengapa bisa terjadi..
·       Kapan kejadiannya.
·       Dimana terjadinya..
Lead Umum
·        Konseli: “bu, teman saya marah kepada saya bu”
·         Konselor: “marah bagaimana? Coba ceritakan kepada ibu bagaimana kejadiannya?”
Lead Khusus
·        Konseli: “Bu, saya kesal dengan teman saya bu, karena dia selalu mencontek tugas yang saya buat bu”
·        Konselor: “ tugas apa saja yang dicontek ?”
Silence (diam)
Suasana hening, tidak ada verbal antara konselor dank lien dalam proses konseling.    Supriyo(2006: 31)
Suasana hening, tidak ada interaksi verbal antara konselor dan klien, dalam proses konseling.
·        Memberikan kesempatan kepada klien untuk istirahat atau mereorganisasi pikiran dan perasaannya atau mereorganisasi kalimat yang akan dikemukakan selanjutnya.
·        Mendorong klien atau memotivasi klien mencapai tujuan konseling.
·        Untuk merefleksikan apa yang konseli katakan.
·        Memberikan waktu pada konselor untuk mempersiapkan respon selanjutnya.
·        Konselor diam
·        Non verbal : kontak mata tetap menunjukkan perhatian atau fokus pada konseli, badan konselor condong kedepan.
Silence dari Konselor
·      Klien           :”Bu, selama ini saya selalu bertanya-tanya pada diri saya sendiri sebetulnya siapa yang bertanggungjawab atas perceraian kedua orang tua saya?”
·      Konselor     :”………… (diam untuk memberikan kesempatan kepada klien istirahat sejenak setelah menumahkan perasaan-perasaannya berkaitan dengan pertanyaan mengenai perceraian orang tuanya)”
Istirahat
Kebiasaan konseli dalam berbicara cepat, terburu-buru, kemudian berhenti karena kelelahan. Respon konselor dengan keheningan beberapa detik saja.
·        Konseli      : “bu, kemaren waktu pendaftaran mahasiswa baru, saya dan teman-teman berkeliling mengunjungi beberapa universitas yang ada di semarang ini seperti UNNES, UNDIP, IKIP, dan POLTEKES. Saya merasa senang bisa mengetahui bermacam – macam universitas di semarang, maklum saya kan orang desa jadi bahagia rasanya bisa tahu univrsitas yang ada di semarang.
·        Konselor   : “Hem..hem.. ya, ya”.
·        Konseli      : … (diam)
·        Konselor   : … (diam, keheningan 3 – 5 detik) Banyak keterangan yang anda ungkapkan dan itu sungguh menyenangkan saya sebab sangat memungkinkan terbuka wawasan saya nantinya”. (teknik reflection of feeling).
Silence dari Konseli.
·      Klien : ”saya selalu mengingatkan adek saya untuk tidak bebuat nakal lagi di sekolah sebab sudah beberapa kali terjadi pasti ayah selalu dipanggil untuk datang ke sekolah. Kalau ingat itu semua, saya sedih sekali ……… (klien diam)”
·      Konselor : “…… (diam beberapa saat untuk memberikan kesempatan kepada klien untuk mengalami perasaan-perasaannya secara mendalam)”
Reassurance (penguatan atau dukungan)
Dalam Lutfi hasan (2008), reassurance adalah pemberian kata jaminan/ganjaran oleh konselor kapanpun konseli menunjukkan kemajuan yang berarti baik sekedar perencanaan kognitif maupun kemajuan nyata dalam perubahan perilaku. Dalam supriyo (2006), reassurance adalah keterampilan/teknik yang digunakan oleh konselor untuk memberikan dukungan/ penguatan terhadap pernyataan positif klien agar ia menjadi lebih yakin dan percaya diri.
·        Agar konseli mampu mengantisipasi secara lebih baik
·        Konsekuensi terhadap perbuatan dan perubahan pikiran, perasaan dan perilakunya
·        Dari teknik ini yang digunakan konselor seminim-minimnya agar klien memahami dampak bagi dirinya atas apa yang terjadi
Approval (awalan)
·        “Bagus”
·         “Baik”
·        “Wow”
·        “Istimewa”
·         “Amazing”
Prediction Reassurance
(pemberikan penguatan atas rencana positif yang diungkapkan konseli)
·        “Jika.... maka...”
·        “Apabila.... sehingga...”
·        “Kalau....atas....
·        “Andaikata....”
·        “Itu merupakan rencana yang bagus”
·        “Saya yakin anda pasti sukses dengan rencana tersebut”
·         “Anda pasti bisa”
·        “Anda pasti bisa melakukannya”
·         “Apabila... tidak menutup kemungkinan...”
Postdiction Reassurance
(pemberikan penguatan atas keberhasilan konseli)
·        “Tuh kan, buktinya anda bisa”
·        “Anda pasti bisa melakukannya lagi”
·        “Coba anda lakukan sekali lagi”
·        “Setelah... hasilnya”
·        “Atas upaya kamu....nyatanya”
·        “Atas usahamu... akhirnya...”
Factual Reassurance
(pemberikan penguatan atas apa yang sedang dialami oleh konseli)
·        “Saya dapat memahami perasaan anda”
·         “Kuatkan diri anda”
·        “Tabah lah, anda pasti bisa melewati ini”
·        “Sudah barang

Approval
·        Klien :”Bu, saya mendapat peringkat pertama dikelas..”
·        Konselor :”Istimewa.....”
Prediction Reassurance
·        Klien : “bu. Akhir-akhir ini ibu saya merasa kecewa dengan saya sebab saya malas untuk membantu menata rumah maupun dimintai bantuan, tetapi mulai sekarang saya akan berusaha tambah rajin dalam hal menata rumah tanpa disuruh terlebih dahulu” 
·        Konselor: “Wahh.. itu bagus sekali, jika anda mulai sekarang rajin dalam hal menata dan membantu orang tuas walaupun tidak disuruh tidak mustahil ibu anda akan merasa bangga kepada anda”.
Postdiction Reassurance
·        Klien :” saya mencoba menemui teman saya untuk membicarakan masalah yang sedang kita.teman saya juga mau membicarakannya. Tapi sekarang saya tidak yakin bisa bertanya lagi atau tidak, saya takut bu”
·        Konselor :”wah, itu baik sekali. Anda telah berupaya untuk membicarakan kepada teman anda. Coba anda lakukan sekali lagi, buktinya yang lalu anda berhasil”
Factual Reassurance
·        Klien:”bu saya bingung , saya harus bagaimana setelah lulus ini. Saya ingin jadi guru tetapi orang tua saya menginginkan saya jadi dokter, padahal ingin kuliah di UNNES, saya tidak ingin mengecewakan orang tua saya. Saya bingung bu harus bagaimana”
·        Konselor:” saya mengerti perasaan anda, hal tersebut memang sulit, tapi saya percaya anda pasti bisa melewati ini dan mampu membuat keputusan yang terbaik atas kondisi yang ada saat ini.”
Rejection (penolakan)
Rejection adalah keterampilan atau teknik yang digunakan konselor untuk melarang klien melakukan rencana yang akan membahayakan atau merugikan dirinya atau orang lain.

·        Agar klien tidak melakukan rencana yang membahayakan dan merugikan diri sendiri dan orang lain.
·        Agar klien memikirkan kembali rencanya yang sudah diputuskan
·        Agar klien tidak cepat mengambil keputusan yang salah serta membahayakan.
·        Membuka wawasan konseli atas beberapa alternatif tindakan yang lebih menguntungkan.
·        Mendorong konseli menempuh tindakan lain sebagai pengganti tindakannya yang merugikan.
·       ”Coba pikirkan lagi”
·       ”Jangan…. jangan Anda berbuat seperti it
·       ”Saya tidak setuju dengan rencana Anda”
·        Konseli : “Bu saya sangat benci dengan tetangga saya, sebab di sudah membuat kucing kesayangan saya lepas dan lari keluar rumah dan  sampai sekarang belum juga kembali-kembali, saya sangat benci saya tidak akan memaafkannya meskipun dia tetangga sebelah rumah saya”.
·        Konselor : “ Jangan.. jangan kamu berbuat hal itu, karena biar bagaimanapun dia adalah tetangga mu”.
Advice (saran atau nasehat)
Advice adalah keterampilan / teknik yang digunakan konselor untuk memberikan nasehat atau saran bagi klien agar dia dapat lebih jelas, pasti mengenai apa yang akan dikerjakan.
·    Agar klien lebih jelas dan lebih pasti mengenai apa yang akan dikerjakan. (advice persuasif).
·    Agar klien mengetahui fakta mengenai informasi yang sama sekali belum klien ketahui (advice langsung)
·    Agar klien mangetahui kelebihan dan kekurangan setiap alternatif pilihan (advice alternatif).
Advice Langsung
·        “Sebaiknya anda...”
·        “Seyogyanya...”
·        “Semestinya…”
Advice Persuasif
·        “Berdasarkan yang anda ceritakan…maka.....”
·         “Berdasarkan alasan Anda… maka…”
·         “Sesuai pernyataan anda… maka…”
Advice Alternative
·        “Mari kita bicarakan bersama…”
·        “Mari kita diskusikan bersama…”

Advice Langsung
·        Konseli : “Bu saya ingin sekali mendapatkan beasiswa bidikmisi, tetapi saya belum tahu bagaimana caranya?”
·        Konselor: “ Informasi tentang beasiswa bidikmisi dapat dilihat pada laman bidikmisi.ac.id”.
Advice Persuasif
·        Konseli : “Bu saya merasa pada bulan ini saya banyak, padahal saya membeli untuk kebutuhan tidak lebih tetapi kenapa cepat habis yaaa.. padahal saya membutuhkan uang untuk membeli buku paket. Saya ingin bisa menabung mulai dari sekarang kalau besok membeli buku tidak terlalu membebani orang tua saya”.
·        Konselor : “Jadi berdasarkan apa yang kamu ceritakan tadi yaitu bahwa kamu ingin mulai bisa menabung dari sekarang agar kamu dapat meringankan beban orang tua kamu saat membeli buku pelajaran. Itu adalah sebuah rencana yang sangat baik sekali, jadi segera laksanankan rencana itu”.
Advice Alternatif
·        Konseli : “Bu saya bingung karena saya ingin masuk jurusan IPS karena terdapat geografi yang merupakan pelajaran kesukaan saya. Sedangkan orang tua saya ingin saya masuk jurusan IPA, karena menurut orang tua saya, IPA itu  lebih baik”.
·        Konselor :  “Baik mari kita dikusikan bersama apa kelebihan dan kelemahan dari masing-masing jurusan yang ada di sekolah ini, sehingga nanti dapat ditentukan pilihan mana yang paling menguntungkan untuk kamu”.


Confrontation (pertentangan)
Teknik yang digunakan konselor untuk menunjukan adanya kesenjangan, diskripansi, atau inkrouengsi dalam diri kilen, dan kemudian konselor, mengumpanbalikan kepada klien.
Supriyo (2006:40)
Konfrontasi adalah respon verbal konselor untuk mendeskripsikan kesenjangan – kesenjangan, konflik-konflik, pesan-pesan  bersilangan atau rancu dalam pemikiran, perasaan, perilaku. Lutfi Fauzan (2008:56)
·        Menyadarkan klien akan adanya kesenjangan-kesenjangan, perbedaan-perbedaan dalam pemikiran dan tingkah lakunya
·        Agar calon konselor mempunyai daya kritis terhadap factor diskrepansi atau inkonsistensi dari diri klien
·        Agar calon konselor mampu membuat kalimat-kalimat konfrontasi yang baik
·        untuk membuat orang agar meng-ubah pertahanan yang telah di-bangun & untuk meningkatkan komunikasi terus terang
·        Kata-kata pem-buka
·         Tadi Anda mengatakan bahwa...sementara....
·        Tadi Anda berkata bahwa.....tetapi....
·        Semula Anda berkata bahwa......, belakangan.....
·        Awalnya Anda mengatakan......., terakhir.....



Antara pernyataan dan tingkahlaku non verbal:
·        Konseli      : “Bagaimana keadaan anda sekarang?”
·        Konselor   :“Baik… baik sekali bu”(dengan nafas panjang pembicaraan yang lambat, sikap badan telungkup)
·        Konselor   :”Anda mengatakan bagus, tetapi suara Anda kedengarannya menurun.”
Antara apa yang diinginkan dan apa yang dilakukan:
·        Konselor   :  “Bagaimana keadaan Anda sekarang?”
·        Konseli      Baik bu. (sambil menunduk)
·        Konselor  :  “Anda sudah bisa menerima keputusan orang tua anda untuk tidak maen game terus?”
·        Konseli      : “Sudah, bu (sambil menangis)”
·        Konselor   : “Anda mengatakan sudah bisa menerima keputusan tersebut, namun mengapa Anda menangis?”
Antara dua pernyataan:
·        Konselor   : “Apakah orang tua anda selalu memperhatikan pola belajar anda?’
·        Konseli      : “Selalu, bu. Kalau saya belum belajar saya disuruh belajar selain itu setelah pulang sekolah saya juga di tanya ada tugas tidak dan sebagainaya.”
·        Konselor   : “orang tua anda selalu memperhatikan anda, namun mengapa anda malas untuk meresponnya?
Antara dua tingkah laku non verbal:
·        Konselor   : “Apakah anda baik-baik saja setelah kejadian kecelakaan kemaren ?”
·        Konseli: “Iya saya merasa baik-baik saja, bu. (tersenyum dan terus gemetar dan meremas-remas tangan)”
·        Konselor   : “Anda mengatakan merasa baik-baik saja, namun sikap anda menunjukkan bahwa anda sedang merasa ketakutan”
Clarification 
Keterampilan konselor untuk mengungkapkan kembali isi pernyataan klien dengan menggunakan kata-kata baru dan segar.
·        Konseli memperoleh balikan kalau konselor memahami konseli secara penuh.
·        Memperjelas sisi pesan konseli dengan persepsi konselor.
·        Konseli terbantu mendiskriminasikan perbuatan/situasi yang dihadapi konseli
·        Konselor mengarahkan pembicaraan lebih lanjut kearah uraian situasi ataupun perbuatan yang lebih luas dan dalam dari pernyataan konseli.
·        Dengan kata lain
·        Pada dasarnya
·        Pada pokoknya
·        Pada intinya
·        Singkat  kata
Dari keterangan saudara
·        Klien :“saya pernah meminjamkan uang kepada Rudi, tetapi ia tidak pernah mengembalikannya lagi kepada saya sampai sekarang. Dan pada minggu kemaren Anton kakaknya. Rudi, mau meminjam uang pada saya. Saya tidak memberinya bu. Dia kan kakak Rudi, sudah tentu dia juga tidak akan menegmbalikan uang yang dipinjamnya itu pada saya”
·        Konselor : “ Dengan kata lain, anda menyamakan Anton dengan Rudi”

Interpretasi (penafsiran)
Keterampilan/teknik yang digunakan oleh konselor dimana berarti atau karena tingkah laku klien ditafsirkan/diduga dan dimengerti dengan dikomunikasikan pada klien. Selain itu dalam interpretasi konselor menggali arti dan makna yang terdapat dibelakang kata-kata klien atau dibelakang perbuatan/tindakan yang telah diceritakannya.
·       Membantu klien lebih memahami diri sendiri bila mana klien bersedia mempertimbangkannya dengan pikiran terbuka.
·       Mengembangkan hubungan yang baik melalui pengkomunikasian yang baik dan menyenangkan konseli.
·       Mengenali hubungan sebab akibat antara pesan dan perilaku eksplisit dan implicit
·       Membantu konseli mengkai tingkah laku dari sudut konselor.
·       Memotivasi agar konseli mengubah pikiran atau perilaku yang tidak efektif.
·        Anda mengatakan tadi bahwa…
·        Dari keterangan saudara..
·        Dari uraian barusan..
·        Dari keterangan saudara…
·        Sepertinya anda
·        Mencakup semua…
·        Dilihat dari prilaku dan…
·        Perkataan anda, sepertinya..
 Pengecekan Informasi
·        Konseli :” Bu, saya bingung, dengan keadaan saya, saya sekarang sudah masuk jurusan Ekonomi tetapi ibu saya belum mengetahui akan hal itu, saya bingng bu untuk mengatakan pada ibu saya”
·        Konselor : “ Dari keterangan barusan, apakah anda mengatakan kalau anda itu belum bisa mengatakan sebenarnya kepada ibu anda ?”
·        Interpetasi Tunggal
·        Konseli : “Bu, saya bingung, setiap saya berusaha meluangkan waktu saya untuk mengerjakan tugas kampus akan tetapi selalu saja ada yang sms atau pun telpon kalau ada rapat maupun acara mendadak berkaitan dengan organisasi yang saya ikuti, maka dari itu banyak tugas yang terbengkalai”.
·         Konselor : “ Dari uaraian barusan, anda bermaksud mengatakan, kalau anda itu bermasalah dengan manajemen waktu”.
Intrepetasi ganda
·        Konseli :” Bu, saya bingung, setiap saya berusaha meluangkan waktu untuk mengerjakan tugas ada saja teman yang mengajak untuk pergi jalan, saya tak kuasa untuk menolaknya karena tidak enak jadinya tugas saya jadi kurang maksimal”.
·        Konselor :” Dari keterangan saudara, anda mengatakan bahwa anda kurang bisa memenejemen waktu karna diri anda sendiri juga karena teman anda”.
 Summary (ringkasan atau kesimpulan)
Keterampilan konselor untuk menyimpulkan atau meringkas mengenai apa yang telah dikemukakan klien pada proses komunikasi konseling. Atau proses memadukan beberapa ide dan perasaan dalam satu pernyataan pada akhir suatu proses wawancara konseling.
·        Membantu klien dan konselor dalam menggabung bagian-bagian yang telah dibicarakan
·        mengklarifikasi dan memfokuskan sejumlah ide yang bertebaran
·        membantu klien menyadari kemajuan yang telah dicapainya
·        membantu mengakhiri proses wawancara konseling
·        memberi keyakinan kepada klien bahwa konselor meresapi pesan klien.
Summary Bagian
·        untuk sementara ini…
·        sampai saat ini…
·        sejauh ini…
·        selama ini…

Summary akhir/keseluruhan
·        sebagai kesimpulan akhir…
·        sebagai puncak pembiraan kita…
·         sebagai penutup pembicaraan kita…
·        dari awal hingga akhir pembicaraan kita…
Summary Bagian
·        Konselor: “Sejauh ini dari pembicaraan yang telah kita lakukan dapat diambil kesimpulan bahwa kita telah membahas masalah mengenai masalah anda dengan pacar anda. Jadi sekarang marilah kita cari cara-cara yang dapat membantu anda untuk mengatasi masalah tersebut”.
Summary Akhir
·        Konselor: “Dari awal hingga akhir pembicaraan kita, Anda berbicara mengenai masalah teman anda yang mengganggu konsentrasi belajar anda. Oleh sebab itu, mulai besok Anda dapat belajar dengan menggunakan beberapa model belajar yang tadi telah kita bicarakan”.
Termination (pengakhiran)
Keterampilan konselor untuk mengakhiri komunikasi konseling, baik untuk dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya maupun mengakhiri karena komunikasi konseling benar-benar berakhir.
·        Memiliki peta kognitif perjalanan konseling, yaitu apa dan bagaimana tahap-tahap yang telah dilalui dan apa yang merupakan tahap konseling mendatang
·        mencapai pemahaman antara konselor dan konseli mengenai apa yang telah berhasil dicapai bersama dalam konseling
·        mengkomunikasikan keperluan penyesuaian konseli terhadap pengambilan tanggungjawabnya seusai proses konseling
·        memelihara persepsi yang pantas pada konseli tentang penerimaan dan pemahaman konselor.

·     Baik, waktu telah menunjukkan… sesuai dengan kesepakatan…
·      tidak terasa sudah…menit, sesuai dengan apa yang sudah kita sepakati…
Non verbal
·        melihat jam,
·        melihat kondisi klien,
·        menata buku.
Time limit
·        Konselor : “Baik, sekarang waktu telah menunjukkan pukul 10.00, sesuai dengan kesepakatan diawal pertemuan tadi bahwa pertemuan ini hanya sampai pukul 10.00, maka marilah kita akhiri pertemuan ini dan dapat kita lanjutkan minggu depan”.
Respon verbal disertai respon nonverbal dengan teknik summary akhir
·        Konselor: “Dari awal hingga akhir pembicaraan kita, anda berbicara mengenai masalah teman anda yang membuat anda tidak berkonsentrasi dalam belajar. Oleh sebab itu, mulai besok anda dapat belajar dengan menggunakan beberapa model belajar yang tadi telah kita bicarakan”. (menata meja)




0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar dengan bahasa yang sopan. you all is the best