semangat :)

Selasa, 02 Desember 2014

paper konsep dasar bimbingan dan konseling

Description: G:\logo unnes.jpg

KONSEP DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING BELAJAR

Paper
Paper ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah
 Bimbingan dan Konseling Belajar





oleh
Suharni
1301413064







JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014

          A.  Konsep Dasar Bimbingan dan Konseling Belajar
Bimbingan sebagai pendidikan dan pengembangan yang menekankan proses belaar yang sistematik (Mathewson, 1996), sementara Bimo Walgito mendefinisikan bahwa bimbingan adalah bantuan pertolongan yang diberikan kepada individu atas sekumpulan individu dalam menghadapi, menghindari atatu mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya, agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya.
Chiskolm dan McDaniel, dalam Prayitno dan Eman Amti (1994: 94) mengungkapkan bahwa bimbingan diadakan dalam rangka membantu setiap individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri.
Secara lebih jelasnya Bimbingan adalah “Suatu proses pemberian bantuan kepada individu secara berkelanjutan dan sistematis, yang dilakukan oleh seorang ahli yang telah mendapat latihan khusus. Untuk itu, dimaksudkan agar individu dapat mehamami dirinya, lingkungannya serta dapat memehami  dirinya, lingkungannya serta dapat mengarahkan diri dan menyesuaikan diri dengan lingkungan serta dapat mengembangkan potensinya secara optimal untuk kesejahteraan dirinya dan masyarakat.
Mc.Daniel, 1956 menjelaskan bahwa konseling ialah suatu pertemuan langsung dengan individu yang ditujukan pada pemberian bantuan kepadanya untuk dapat menyesuaikan dirinya secara efektif  dengan dirinya sendiri dan lingkungan.
Belajar menurut Winkle ialah suatu perubahan aktivitas psikis atau mental yang berlangsung dalam interaksi. Belajar adalah aktivitas yang menghasilkan perubahan pada diri individu yang belajar baik actual maupun potensial.
Menurut Ernest R.Hilgard dalam (Sumardi Suryabrata, 1984: 252) Belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaanya berbeda dari perbuatan yang ditimbulkan lainnya.
Jadi dalam beberapa pendapat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Bimbingan Konseling Belajar adalah proses pemberian bantuan yang dilakuan secara face to face maupun melalui media tertentu oleh konselor yang bertujuan agar siswa didik memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar  sepanjang hayat, mempunyai keterampilan belajar yang efektif, memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perecanaan belajar dan pendidikan.
Sedangkan menurut Winkle (1997:140) bimbingan akademik ialah bimbingan dalam hal menemukan cara belajar yang tepat, dalam program studi yang sesuai, dan dalam mengatasi kesukaran yang timbul berkaitan dengan tuntutan belajar di suatu institusi pendidikan.

A.  Ruang Lingkup Bimbingan dan Konseling Belajar
Bimbingan dan konseling belajar mempunyai 4 ruang lingkup yang di dalamnya perlu mempunyai pembahasan yang mendalam. Ke 4 ruang lingkup itu ialah:
1.     Perkembangan pribadi dan penyesuaian diri dalam pembelajaran
·       Berkaitan deengan pemahaman tentang kemampuan diri
·       Aktualisasi terhadap kemampuan dan potensi minat diri sendiri
·       Menghilangakan sikap yang kurang baik dalam belajar
·       Mengarahkan diri secara efektif dan efisien dalam belajar
2.     Kemampuan dalam pendidikan dan penjurusan
·       Memilih studi lanjut sesuai kemampuan
·       Memilih studi lanjut sesuai dengan minat
·       Memilih studi lanjut sesuai dengan kondisi

3.     Perkembangan dalam belajar
·       Informasi mengenai kesuksesan belajar
·       Informasi mengenal belajar efisien
·       Informasi mengenai faktor pendukung dan penghambat dalam belajar
·       Informasi mengeni hambatan dalam belajar
4.     Penelitian yang berkaitan dengan belajar siswa
·       Melakukan penelitian terhadap siswa di sekolah yang bekaitan dengan banyak variable (prestasi, motivasi, masalah, dan cara penyelesaiannya)
·       Peningkatan pembelajaran dengan berbagai metode

B.    Manfaat Bimbingan dan Konseling Belajar
A. Manfaat bagi Siswa
1. Tersedianya kondisi belajar yang nyaman dan kondusif yang  memungkinkan siswa   dapat mengembangan kemampuan potensinya secara optimal
2.  Terperhatkannya karakteristik pribadi siswa secara utuh yang akan menjadi dasar bagi yang bersangkutan untuk menempatkan dirinya secara tepat
3.   Dapat mereduksi dan mengatasi kemugkinan terjadinya kesulitan belajar  yang pada  gilirannya dapat meningatkan keberhasilan belajar

B. Manfat bagi Guru atau Guru BK
1. Membantu untuk lebih mampu menyesuaikan materi pembelajaran dengan keadaan siswa secara perorangan maupun kelompok
2. Memudahkan guru bk dalam memahami karakteristik siswanya sebagai dasar untuk membantu pengembangan potensi mereka bahkan sampai pada posisi penentuan bantuan kepada mereka

C.    Tujuan Bimbingan dan Konseling Belajar
Bimbingan Konseling Belajar sebagai salah satu bidang dalam pelayanan BK, memiliki beberapa tujuan diantaranya:
a.      Mencarikan cara-cara belajar mempelajari sesuatu dan menggunakan buku pelajaran
b.     Menunjukkan cara-cara belajar yang efektif dan efisiensi bagi seseoranganak atau sekelompok anak
c.      Memberikan informasi (saran dan petunjuk) bagaimana memanfaatkan perpustakaan
d.     Membuat tugas sekolah dan mempersiapkan diri dalam ujian dan ulangan
e.      Memilih suatu bidang studi (mayor atau minor) sesuai bakat, minat, kecerdasan, cita-cita, dan kondisi fisik atatu kesehatannya
f.      Menunjukkan cara-cara menghadapi kesulitan dalam bidang studi tertentu
g.     Menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajarnya
h.     Memilih pelajarn tambahan baik yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah maupun untuk pengembangan bakat dan kariernya di masa depan

D.    Prinsip-Prinsip Bimbingan dan Konseling Belajar
Beberapa prinsip belajar lama yang berasal dari teori dan penelitian tetang belajar masih relevan dengan beberapa prnsip lain yang dikembangkan oleh Gayne. Beberapa prinsip yang dimaksud:


1.     Keterdekatan
Menyatakan bahwa situasi stimulus hendak direspon oleh pembelajar harus disampaikan sedekat mungkin waktunya dan respon yang diingikan
2.     Pengulangan
Situasi stimulus dan responnya perlu diulang-ulang, atau dipraktekkan agar belajar dapat diperbaiki dan meningkatkan potensi belajar
3.     Penguatan
Prinsip ini menyatakan bahwa belajar sesuatu yang baru akan diperkuat. Apabila belajar lalu diikuti oleh perolehan yang menyenangkan. Dengan kata lain pembelajar akan kuat motivasinya untuk mempelajari sesuatu yang baru apabila hasil belajar yang telah dicapai memperoleh penguatan.

Selain itu, Gayne juga mengusulkan 3 prinsip lain yakni:
1.     Informasi Faktual
Melalui 3 cara:
a. dikomuikasikan kepada pembelajaran
b. dipelajari oleh pembealajar sebelum memulai pembelajaran yang baru
c. dilacak dari memori karena informasi telah dipelajari dan disimpan dalam memori berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun lalu
2.     Kemahiran Intelektual
Pembelajaran harus mempuyai berbagai cara dalam mengerjakan sesuatu terutama yang berkaitan dengan symbol-simbol, bahasa-bahasa lainnya, untuk mempelajari hal-hal baru
Perlu diketahui bahwa kemahiran inelktual tidak dapat disajikan melalui petunjuk lisan atau tertulis yang disampaikan pendidik
3.     Strategi
Setiap aktifitas belajar memerlukan pengaktifan strategi belajar dan mengingat. Pembelajarn harus mampu mengguanakan straregi untuk menghadirkan stimulus yang kompleks, memilih dan membuat kode bagian-bagian stimulus, memecahkan masalah dan melacak kembali informasi yang telah dipelajari
4.     Keterlibatan Langsung atau Berpengalaman
Siswa tidak sekedar mengamati secara langsung tetapi ia harus menghayati, terlibat langung dalam perbuatan, dan bertanggung jawab terhadap hasilnya

5.     Keaktifan
Belajar tidak boleh dipaksakan oleh orang lain dan juga tidak bisa dilimpahkan kepada orang lain. Dalam setiap proses belajar siswa selalu menampakkan keaktifan.
6.     Perhatian dan Motivasi
7.     Perbedaan Individual
8.     Tantangan

E.    Asas-Asas Bimbingan Konseling Belajar
1.     Persamaan
Semua manusia itu berasal dari tanahdan akan kembali ke tanah.dari Allah dan akan kembali ke Allah, yang membedakan ialah taqwa kita masing-masing. Ada kelebihan, syukuri dan memanfaatkan, adakekuangan, sabar dan maafkan.
2.     Partisipatif
Proses pembelajaran lebih efektif dengan partisipasi nyata, proaktif, bukan saling menuntut, menunggu, apalagi menyalahkan yang bekerja. Partisipasi menyegarkan komunikasi dan sangatberpengaruh dalam belajar dan pembelajaran.
3.     Spontanitas
Spontanitas itu hasil dari latihan panjang. Melatih diri dengan kebaikan, sehingga kebaikan mucul secara tiba-tiba. Tanpa piker panjang dan mendarah daging menjadi kepribadian.
4.     Apersepsi
Guru menghubungkan materi yang akan dipelajari dengan materi yang sudah dipelajari.
5.     Motivasi
Daya pendukung siswa untuk melakukan kegiatan, fungsinya untuk mendorong siswa tetap semangat.
6.     Aktivitas
Prinsip dasar pembelajaran dimana guru memberikan kesemptan seluas-luasnya kepada siswa untuk belajar. Fungsinya untuk mengaktifkan siswa dalam kegiatan belajar mengajar
7.     Individualitas
Diamana guru dapat membedakan individu baik fisik, mental, maupun status sosial agar kegiatan KBM efektif, lancer, dan nyaman.
8.     Peragaan
Guru memperagakan tugas gerak yang akan diajarkan, sehingga menjadi komunikasi anatara guru dan siswa
9.     Modifikasi
Guru melakukan perubahan, baik terhadap alat, peraturan, suapaya pembelajaran yang susah menjadi mudah
10.  Pengulangan
Memerlukan pengulangan karena semakin sulit materi maka harus sering diulang
11.  Evaluasi
Proses untuk melihat seberapa tingkat kemajuan belajar siswa setelah prose belajar mengajar dilakukan

F.     Unsur-Unsur pada Program Bimbingan Belajar
Bidang pendidikan sekolah dewasa ini syarat permasalahan, yang tidak sedikit di antaranya menyangkutcara atau usaha belajar siswa. Tenaga bimbingan yang bertugas di institusi pendidikan formal harus mengetahui segala permasalahan yang menyangkut pendidikan sekolah dan seluk beluk pendidikan psikis yang disebut belajar. Pelayanan bimbingan akademik untuk sbagian besar disalurkan melalui kegiatan bimbingan kelompok, bik di pendidikan jenjang menengah maupun pendidikan tinggi. Untuk sebagian kecil di salurkan melalui bimbigan individual, terutama dlam wawancara konseling. Suatu program bimbingan di bidang beajar akademik akan memuat unsur-unsur sebagai berikut :
1.     Orentasi kepada siswa dan mahasiswa baru tentang tujuan institusional, isi kurikulum pengajaran, struktur organisasi sekolah, prosedur belar yang tepat, dan penyesuaian diridengan corak pendidikan di sekolah bersangutan.
2.     Penyadaran kembali secara berkala tentang cara belajaryang tepat seama mengikuti pelajaran di sekolahdan selama belajar di rumah, secara individual mauun secara kelompok. Memang, bila siswa dan mahasiswa tahu akan belajar yang tepat, itu belum menjamin pelaksanaannya. Namun, tampa di ingat-ingatkan banyak pelajar dan mahasiswa mudah terbawa hanyut oleh suasana kehidupan yang kurang menguntngkan bagi belajar secara disiplin.
3.     Bantuan dalam hal memilih program studi yang sesuai, memilih beraneka kegiatan nonakademik yang menunjang usaha beajar, dan memilih program studi lanjutan di tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Semua pilihan ini kerap berkaitan erat dengan perencanaan karier dimasa depan. Bantuan ini mencangkup pula penyebaran informasi tentang variasi program studi yang tersedia, misalnya di jenjang pendidikan tinggi.
4.     Pengumpulan data tentang siswa mengenai kemampuan intelektual, bakat khusus, arah minat, serta cita-cita hidup dan pengumpulan data tentang program studidi perguruan tinggi yang tersedia dalam bentuk brosur, buku pedoman baru, kliping, iklan disurat kabar, dan sebagainya. Khususnya tentang bimbingan di SMU harus mengumpulkan data sebanyak mungkin dan sekonkret mungkin tentang perguruan tinggi, terlebih-lebih yang terletak di rayon yang sama dengan SMU bersangkutan, seperti jenuhnya jurusan atau program studi tertentu, status institusiperguruan tinggi swasta (sejauh masih relevan sebelum tahun 1997) mendapat akreditasi (sesudah tahun 1997), mahal murahnya tes seleksi masuk, serta data yang lain yang tidak tertulis. Data yang terkumpul ini akan sangat di butuhkan dalam memberikan bantuan kepada peserta didik, sebagaimana dimaksudkan dalam no.3 diatas.
5.     Bantuan dalam hal mengatasi beraneka ragam kesulitan belajar, sepert kurangmampu menyusun dan mentaati jadwal beajar di rumah, kurang siap menghadapi ujian dan ulngan, kurang dapat berkosentrasi, kurang menguasai cara belajar yang tepat di berbagai bidang studi, menghadapin keadaan di rumah yang mempersulit belajar secara rutin, dan sebagainya. Maka tenaga bimbingan harus mempunyai pengetahuan yang luas, tentang seluk beluk belajar , termasuk pemahaman psikolois.
6.     Bantuan dalam hal membentuk brbagai kelompo belajar (kelompok tentir) dan mengatur seluruh kegiatan belajar kelompok, supaya berjalan efisien dan efektif.







Daftar Pustaka

Prayitno, Erman Amti. 1994. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Rineka Cipta
Syamsu, Yusuf. 2009. Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Bandung: Rizki Press
Rifa’I RC, Achmad, Catharina Tri Anni. 2012. Psikologi Pendidikan. Semarang: UNNES PRESS
Winkel, W.S. 1997. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: PT. Gramedia




























0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar dengan bahasa yang sopan. you all is the best